The Owner


Shazma
Our little girl are sugar and spice and everything nice,she is a heart thief...
View my complete profile
Grow Shazma Grow
Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers

Time


Calendar

Message



My Banner



Image Hosted by ImageShack.us

Come With Me...

href="http://zeeva-athena.blogspot.com/">zeeva-athena by Dini

Sweet Memories

Layout by

My Friends Banner

Free Image Hosting at www.ImageShack.us



Ryuta`s Blog

Friday, July 20, 2007

Matikan TV Selama Sehari

Mulai dari acara gosip selebritis; berita kriminal berdarah-darah; sinetron remaja yang penuh kekerasan, seks, intrik, mistis, amoral; film dewasa yang diputar pada pagi, siang dan sore hari; penampilan grup musik Indonesia maupun luar yang berpakaian seksi dan menyanyikan lagu dengan lirik orang dewasa; sinetron berbungkus agama yang banyak menampilkan rekaan azab, hantu, iblis, siluman, dan seterusnya.
Termasuk juga acara anak yang sebagian besar berisi adegan yang tidak aman dan tidak pantas ditonton anak. Bayangkan kalau anak-anak kita adalah satu dari mereka yang tiap hari harus menelan hal-hal dari TV yang jelas-jelas tidak untuk mereka tapi untuk orang dewasa. Anak-anak akan sangat berpotensi untuk kehilangan keceriaan dan kepolosan mereka karena masuknya persoalan orang dewasa dalam keseharian mereka. Akibatnya, sering terjadi gangguan psikologi dan ketidakseimbangan emosi dalam bentuk kesulitan konsentrasi, perilaku kekerasan, pertanyaan-pertanyaan yang ‘di luar dugaan’ dan sebagainya.
Hanya sedikit anak yang beruntung bisa memiliki berbagai kegiatan, fasilitas, dan orangtua yang baik sehingga bisa mengalihkan waktu anak untuk hal-hal yang lebih penting daripada sekadar menonton TV. Namun jutaan orangtua di Indonesia pada umumnya cemas dan khawatir dengan isi siaran TV kita.
Kalangan industri televisi punya argumentasi sendiri mengapa mereka menyiarkan acara-acara yang tidak memperhatikan kepentingan anak dan remaja. Intinya, kepentingan bisnis telah sangat mengalahkan dan menempatkan anak dan remaja kita sekadar sebagai pasar yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya. Dan ketahuilah, meski stasiun TV sudah mulai memperbaiki isi siaran mereka, namun hal itu tetap tidak bisa menghilangkan kesalahan mereka di masa lalu dalam memberi ‘makanan’ yang merusak jiwa puluhan juta anak Indonesia.
Pemerintah maupun institusi lain, terbukti tidak mampu membuat peraturan yang bisa memaksa industri televisi untuk lebih sopan menyiarkan acaranya. Sehingga, tidak ada pilihan lain kecuali individu sendiri yang harus menentukan sikap menghadapi situasi ini.
Anggota masyarakat yang bersatu dan memiliki sikap yang sama untuk menolak perilaku industri televisi kita, akan menjadi kekuatan yang besar apabila jumlahnya makin bertambah. Penolakan oleh masyarakat yang merupakan pasar bagi industri televisi, pada saatnya akan menjadi kekuatan yang besar.

Untuk itulah perlu ada gerakan HARI TANPA TV pada tanggal 22 Juli 2007 yang akan membuktikan bahwa apabila masyarakat bisa bersatu melakukan penolakan terhadap perilaku industri televisi, maka sejak saat itulah kita bisa berharap ada perbaikan. Jadi, berikanlah dukungan dan bergabunglah untuk mengikuti HARI TANPA TV. Pada hari itu, matikan TV selama sehari dan ajaklah anak-anak untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat.

So friends.. Meet & joint Shazma with School mate from Saraswati pre-school yukk.. kita istirahat nonton TV dan main games di MONAS see you there....

Articele & Picture taken from Here

Labels:


Shazma and Elzyan posted at 12:26 PM

14 comments:

Blogger Ryu`s Mom said...

Matiin TV ya..heheh kayaknya susah deh..klo mau ikutan Shazma kan jauh banget..ongkosin ya.

1:28 PM

 
Blogger salma said...

Gak nonton tv, tp Kalo nonton vcd boleh ga? kan perlu juga tv hehehe.
Coba ya besok bisa ga ya...

8:49 PM

 
Blogger Mama Dilla said...

Matiin TV sehari.. bisa ngak ya! Lha TV ku isinya cuma kartun 24 jam.

2:13 AM

 
Blogger primaningrum said...

bisa gak ya? kudu bisa keiknya ya! xixixi.. dicoba d. tapi aku setuju banget sih kalo kita kudu selektif mengenai tontonan yang boleh buat anak-anak.

1:10 PM

 
Blogger Ica Dimyati said...

dek shazma neng geulis...., ateu oge udah ga nonton TV selama di Jepang ( kadang mun aya sinetron ketang hihi ^ - ^ ) sebab kaga nngatriii hahahah mun sinetron mah aneh kok ngatri ya :P *dezig*

5:29 AM

 
Anonymous vera said...

Wah bagus itu, sekali2 tanpa tv. Anak kecil kalo uda kena sinetron anak2 wah wah, ceritanya kadang ga mutu..

11:22 AM

 
Blogger Mutia&Rayga said...

kalo nonton barney boleh gak:P

1:49 PM

 
Blogger bundanya i-an said...

he..he... aku nonton TV cuma reportase aja.. selebihnya matiin he..he..(ngirit listrik) makanya kalo orang cerita sinetron aku paling katro deh he..he..
kalo i-an sih sama sekali gak nonton TV kalo siang selalu main diluar terus...(jangan aneh kalo makin hari i-an makin item xi xi xi)

2:00 PM

 
Blogger farrel's mom said...

klo akyu siy gpp gk nonton tipi seharian wong klo pagi ampe jam 7 malem kerja ampe rmh nemenin Alel nonton Barney/ Thomas/ Nemo dll, jd bisa dibilang jarang banged nonton tipi =(

2:06 PM

 
Anonymous deenda said...

hadohhh .... gag bisa idup tanpa TIPI aku palagi di HANDIL sonoo ampunnn DJ pssstt kalo nyetel TIPInya di HP kan gpp x ya kan bukan TIPI namanya, nonton di HP hueheheh

2:56 PM

 
Anonymous Luky said...

SEtuju bunda..setuju. Betewe kemaren ke Monas git?? mana niy liputannya he.he.e.

3:19 PM

 
Blogger Ina said...

bisa berhasil gak tu program ?kayaknya berlakunya buat ankku sih pas mereka ke sekolah aja..:)

3:34 PM

 
Blogger neli said...

kalo yang kebetulan lagi mati lampu kebetulan tuh ya Rin hihihihi...

4:13 PM

 
Blogger benhardleroy said...

iya betul ya bunda shazma....tapi kudu niat nya gede dari kita2 sebagai ortu...soalnya ank mah ngikut kebiasaan ortu....

daku juga rada2 susye dikit nih soal tv, tp kdg2 bisa juga...msh plin plan hahaha

8:35 PM

 

Post a Comment

<< Home