Directioners
Best Song Ever


Hi. I'm Directioners. Are you? Please follow my blog and enjoy here. Don't open my page source codes. Thanks!

Entries About Linkies Stuff


One Thing


Chatbox Code Here

Meet My Friends

Elzyan Zone by Zyan
Mrs.Muzadi by Bunda
Celoteh Adinda by Dinda
Roctobermom by Tante Trully
Lazuardi Cordova My School


Kiss You


Template : Zahra & Faradina
Code : Intan Aqilah
Helped : OneD


Nanny Camera

Picture taken from here

Nanny-cam secara terjemahan bebas bisa diartikan sebagai kamera tersembunyi yang sengaja dipasang untuk mengawasi kegiatan pengasuh anak (BabySitter) selama ia mengerjakan tugasnya dirumah pribadi kita, tanpa sepengetahuan si pengasuh tentunya.
Nanny-cam termasuk jenis spy camera, tentu banyak orang akan bertanya tanya akankah hal ini menjadi legal?, menurut para ahli, secara umum merekam video pekerjaan pengasuh dirumah pribadi kita dan tanpa pemberitahuan sebelumnya, adalah hal yang diperbolehkan atau legal.
Namun begitu tidak tertutup kemungkinan adanya pihak yang menolak pernyataan diatas, dan rata rata mereka ber-argumen bahwa kegiatan tersebut selain menghambur hamburkan uang, juga dapat dikategorikan sebagai tindakan privacy invasion.
Pada kenyataannya banyak sudah kejahatan Child abuse yang terungkap dari hasil nanny-cam ini, dan tentu kebanyakan dinegara barat, tapi tidak menutup kemungkinan itu terjadi disini, beberapa saat yang lalu contohnya, sebuah e-mail yang berisi tentang adegan penyiksaan yang dilakukan seorang baby sitter sempat membuat hati saya gerimis, Astagfirullah..., dan melalui nany-cam inilah akhirnya kejahatan itu terekam, dan saya yakin si babby sitter tidak bia mengelak.
Waallahhu'alam.. tapi saya dan ayahnya Shazma mencoba husnuzzan, bahwa babbysitter kami bukanlah termasuk abusive nanny, ini ditunjukkan dengan perkembangan Shazma yang alhamdulillah tidak terlihat adanya dampak dari child abuse.
Sebagai working parents, waktu kami sangat sedikit bersama Shazma, dalam satu tahun paling sedikit kami menghabiskan sekitar 2.880 jam dari waktu evektif tanpa Shazma, dengan asumsi saya beraktivitas diluar rumah selama 12 jam perhari 20 hari perbulan dan berarti 240 hari pertahun, itulah jumlah jam dimana saya terpaksa merelakan Shazma dibawah pengasuhan baby sitter.
Informasi tentang kegiatan Shazma sehari hari dirumahpun kami hanya dapatkan dari cerita si pengasuh, juga dari cerita Shazma yang memang kami biasakan untuk bercerita kegiatannya sepanjang hari.
Didasari rasa penasaran (bukan curiga) ingin tahu lebih banyak tentang keseharian Shazma saat kami tinggal bekerja, suami saya mencoba menginstall kamera dirumah, kamera yang kami gunakan bukan jenis spy camera, kami menggunakan web-cam. yang kami sambungkan ke PC, dan kami menggunakan 2 buah web-cam kamera pertama dipasang didalam kamar pribadi kami, dan kamera ke dua dipasang mengarah kehalaman depan rumah kami.
Dikarenakan equipment yang masih terbatas, terutama kabel yang kurang panjang, kami tidak bisa memasang kamera hingga ke ruang keluarga, yang belakangan baru kami ketahui bahwa Shazma menghabiskan 80% waktunya diruangan tersebut.
Kami juga tidak ingin melakukan Privacy Invasion kepada babby sitter kami, oleh karenanya kami tidak "memata-matai" kamar pribadi dia dan satu satunya kamar mandi dirumah kami, dan saya menerapkan aturan dirumah bahwa dia (babbysitter) tidak diperkenankan berpakaian yang kurang sopan saat saya ada maupun tidak dirumah, dan saya dengan tegas memperingatkan saat ia akan mandi dia hanya boleh menanggalkan pakaiannya didalam kamar mandi, begitupula saat ia selesai mandi, ia harus sudah lengkap berpakaian sebelum keluar dari kamar mandi.
Jika suatu hari kami melihat didalam rekaman ia melanggar peraturan diatas, maka bukannya kami yang melakukan privacy invasion, tapi ia sendiri yang telah melanggar komitmennya bersama saya, karena selama saya berkomitmen saya percaya & menjaga komitmen saya, begitu juga saya mengharapkan sebaliknya, jadi meskipun ia tidak mengetahui bahwa saya membuat rekaman kadaan dirumah, saya berharap dia tetap menjaga "perilakunya" karena komitmen, bukan karena "dimata matai".
Dan teman teman blogger tahu tidak, saat saya melihat hasil rekaman nanny-cam dirumah saya untuk pertama kalinya? ijinkan saya sharing yah.., saya melihat rekaman itu berdua dengan ayahnya Shazma, dan karena tujuan awal saya bukan untuk mencari cari kesalahan pengasuh Shazma, jadi saya hanya memperhatikan tingkah pola Shazma.
Melihat sosok Shazma muncul didepan kamera membuat hati saya tersentuh, bagaimana yah cara menggambarkannya!! gadis kecil saya tanpa saya didekatnya, ternyata adalah gadis yang mandiri, sangat jauh dari kesan kolokan, dari kamera yang mengarah keluar rumah saya bisa lihat Saat Shazma turun dari motor "Ojeg" langganan yang setiap hari mengantar-jemput Shazma, dia turun dengan sigapnya dan menarik sendiri tas sekolahnya masuk kedalam rumah, didalam rumah saya tidak bisa melihat aktivitas Shazma diruang keluarga, saya bisa melihat saat dia istirahat tidur siang didalam kamar kami, lalu dari jam rekaman saya bisa lihat cara dia ngobrol dengan saya lewat telfon, dan yang paling mengharukan saat dia bangun tidur, dengan sendirinya tanpa rewel Shazma berjalan keluar kamar,
dari kebiasaan Shazma bercerita saat saya pulang kantor disela ceritanya Shazma selalu menyelipkan cerita,
"Bunda aku tadi sedih waktu bangun
bundanya gak ada.."
Saat saya lihat rekaman itu, saya jadi tahu perasaan Shazma, saya jadi mengerti arti ceritanya, bahwa dia memang sungguh sungguh ingin bunda ada disampingnya saat Shazma bangun tidur, hmmmfff....sesak dada saya melihat hasil rekaman itu, rasanya ingin berlari kearah Shazma dan menyambut saat saat dia bangun tidur, tapi apa daya saat itu mungkin saya sedang tertawa tawa dengan teman sekantor, atau mungkin saya sedang dikejar kerjaan oleh boss, atau saya sedang blogwalking!!! hmmmm maafin bunda yah nakk...
Namun yang membanggakan, setelah adegan yang mengharukan itu, saya bisa melihat Shazma berusaha mengisi waktu waktu tanpa orangtuanya dengan berusaha bermain, dan pasti berusaha melupakan kesepiannya, saya sempat melihat Shazma menggoda pengasuhnya yang sedang merapikan kamar, Shazma terlihat sangat ceria,
tapi hari itu saya tidak melihat Shazma main diluar rumah, dari mulai bangun tidur hingga kami pulang Shazma menghabiskan waktunya diruang keluarga, dari pantulan cahaya yang saya lihat, TV diruang keluarga terus menyala, jadi saya juga punya masukan bahwa shazma terlalu banyak menonton TV, saya lalu menegur (bukan menuduh) pengasuh Shazma, saya katakan sore hari sebaiknya Shazma jalan jalan diluar rumah dan main dengan teman temannya, jadi dia tidak hanya diam dirumah & nonton TV, ini lumayan efektiv karena keesokan harinya Shazma selalu main diluar rumah.
Ada hal menarik yang sempat terekam, ini sungguh diluar dugaan saya, meskipun Shazma telah terlatih dalam toilet training tapi jika saya dirumah saya selalu mendampingi Sahzma ditoilet, saya yang membasuh kemaluan Shazma karena khawatir kurang bersih, tapi saya sedikit kaget, direkaman video hari itu, saya lihat Shazma hendak pipis, dia mendekati pengasuhnya tapi babby sitter shazma hanya mambukakan celana dalam Shazma, setelah itu Shazma berlari sendiri kearah kamar mandi, dan hingga Shazma selesai saya lihat pengasuhnya tidak bergerak sedikitpun untuk membantu Shazma ditoilet, dia tetap dengan kesibukannya merapikan kamar sampai Shazma mendekati dia untuk minta dipakaikan celana kembali.
Terus terang saya sedikit kesal, saya fikir bagaimana kalo Shazma terpeleset dikamar mandi, dan pengasuhnya jauh dari jangkauan Shazma, masalah kebersihan bukan lagi menjadi concern saya saat itu, tapi saya juga gak langsung uring uringan menegur babbysitter Shazma, saat saya dirumah dan Sahzma minta buang air kecil dengan diam2 saya hanya mengikuti dia dari belakang tanpa mendampingi dia masuk ke toilet, sebuah kejutan gadis kecil saya dengan telaten mengambil air didalam bak mandi, lalu dengan dua tangan mungilnya ia berusaha membasuh kemaluannya, ia lakukan hingga dua kali dan saya yakin itu sudah cukup bersih, tidak sampai disitu Shazma lalu membersihkan closet tempat ia buang air kecil, saya sedikit terhibur dengan kemandirian Shazma tapi tetap saja saya perlu menegur pengasuhnya, agar ia mengawasi Shazma di toilet, setidaknya dia ada didekat situ, saya menegur dengan kalimat pernyataan bukan pertanyaan saya bilang,
"Mbak..kalo Shazma habis pipis harus
dibasuh yang bersih"
dia sempat menjawab,
"iya kok bu dibasuh"
dan saya nyatakan,
"meskipun Shazma pinter basuh sendiri, tapi kamu harus nemenin dia ditoilet, takutnya Shazma jatuh ditoilet"
dan dia hanya diam dengan wajah bingung mungkin dia teringat kemarin dia memang tidak menemani Shazma ditoilet.
Yah itulah pengalamn ayah & bundanya Shazma dengan nanny-cam, sementara ini kami memasang nanny-cam secara random tidak tiap hari kami awasi Shazma, dan yang jelas saat saya menyaksikan hasil rekaman dari nanny-cam saya tidak mengerti perasaan saya sendiri, senangkah saya? atau sedihkan saya? saya masih belum punya jawabannya, yang jelas rasanya saya ingin lebih banyak meluangkan waktu dengan Shazma, dan lebih sering menelfon untuk sekedar ngobrol disela waktu kerja saya, setidaknya itu pasti menghibur Shazma.

Labels: