Directioners
Best Song Ever


Hi. I'm Directioners. Are you? Please follow my blog and enjoy here. Don't open my page source codes. Thanks!

Entries About Linkies Stuff


One Thing


Chatbox Code Here

Meet My Friends

Elzyan Zone by Zyan
Mrs.Muzadi by Bunda
Celoteh Adinda by Dinda
Roctobermom by Tante Trully
Lazuardi Cordova My School


Kiss You


Template : Zahra & Faradina
Code : Intan Aqilah
Helped : OneD


23 & 24 February, 2004

Ada apa ditanggal 23 dan 24 February tiga tahun yang lalu???,
hari-hari itu menjadi episode bersejarah yang Allah SWT guratkan dalam kehidupan Ayah dan bunda, hari hari menjelang terbukanya gerbang menuju kebahagian yang lain, setelah beribu ribu anugerah kebahagiaan yang kami terima tanpa syarat dari-Nya, (Alhamdulillah Engkau sungguh menyayangi kami).
Menjelang hari ulang tahun Shazma yang ke-3, ayah & bunda ingin membagi cerita, kepada teman, saudara, keluarga, terutama untuk Shazma, detik demi detik terbukanya gerbang itu, agar dapat dipetik hikmahnya, dijadikan sedikit referensi yang semoga berguna, dan tinggalkan saja bagian bagian yang kurang berkenan, karena sepenggal cerita ini hanya sebagai cara kami untuk berbagi kebahagiaan.
Ladies and gentelman, sodara-sodara, ibu-bapak, nenek-kakek, kakak-adik, om-tante, dan teman-teman, buckle your seat (gak perlu kali yahh!!) and please enjoy.....
BabySenin 23 February, 2004
Masih ingetkan cerita 14 February 2004, sejak hari itu bunda kembali menunggu hari (posisi masih tetap pembukaan 1), dan batasnya memang sampe tanggal 24 February, jika belum juga ada tanda tanda, maka akan diambil tindakan untuk segera mengeluarkan our Baby girl.
Hari ini H -1 dari jadwal yang ditetapkan dokter, sebetulnya adalah ulang tahun om Mario (adik bunda), jadi pagi ini eyang sedang sibuk bikin nasi kuning di dapur, tiba tiba saat bunda BAK di toilet flek yang 9 hari lalu muncul, hari ini keluar lagi.
Karena sudah dekat batas waktunya maka bundapun segera dilarikan *hiperbola.com* ke RS., kontraksinya pun sudah semakin sering, kira kira satu jam sekali, tiba diRS ritual 9 hari lalu pun diulang kembali, bunda diperiksa ternyata sudah bukaan 2 (9 hari bow cuma maju satu bukaan), lalu bunda diminta CTG,BAK,dan BAB, setelah diperiksa, dokterpun mengabarkan klo mungkin bayinya akan lahir malam or besok pagi, jadi hari itu bunda sudah tidak boleh pulang dan disarankan memesan kamar hari ini juga,

Eyang, Dato, & bunda yg meringiss
Bubar jalan dechh acara makan nasi kuning om Io (nasib!!), hingga sore hari jarak kontraksi semakin dekat (30 menit), rasa sakitnyapun mulai menjalar ke pinggang (Masyaallah), tapi bunda tetap semangat jalan jalan diarea RS, sayang gak boleh jalan ke mall (teteb!!), secara pengen cepet keluar selain gak sabar mau liat babynya alasan lain biar sakitnya segera hilang hehe,
hingga malam menjelang (suster udah ganti shift malam) gak ada tuh tanda tanda bayinya akan segera keluar, setiap diperiksapun pembukaan berjalan sangat lamban malam itu pembukaan bertahan di posisi bukaan 3, padahal udah seharian jalan kaki (jalannya gak ke mall sihh).
Jam 11 malam rasa sakit itu semakin jadi (Subhanallah nikmadddd!!!), bundapun diboyong ke ruang bersalin, setelah diperiksa ternyata gak ada perubahan tuh tetap pembukaan tiga kontraksi sekitar 10 menit sekali, kata suster sih,
ini gak lama lagi bu mungkin besok subuh
Bunda sih pasrah aja,
kapan aja deh suster yang penting selamat, tapi lebih cepat lebih baik
bundapun diminta pindah tidur di kamar bersalin saja (takut ada apa2 katanya), sementara ayah & eyang tidur di kamar, takut mereka kecapekan
tapi weleehh sisuster ninggalin daku sendiri, berdirilah sibulu kuduk, gila aja gue ditinggal sendirian jam 1 pagi, horor atuuhh sus, gak kira kira si suster yahhh.., gmn klo aku ada perlu, terus yg dateng suster nyengsot hiiiiiiii atut, bergegas deh bunda balik lagi ke kamar *kaburrrrrrr*Shhh
Setelah adzan subuh sakitnya udah multi nyeri dechh, bunda yang buron dari kamar bersalin pun digerebek oleh sisuster dari kamar, dan dijebloskan lagi ke kamar bersalin, sisuster bilang,
ibu kok menghilang?
bunda lebih ngotot,
lagian suster ninggalin saya, kan saya takutt (ngaku
hehe)Tongue Out 2
Selasa 24 February, 2004
Pagi itu (Shift suster udah ganti lagi) bunda diperiksa dan ternyata masih bukaan 5 padahal sakitnya udah kemana tau dechh, karena perkiraan dokter pagi ini insyaallah bayinya lahir, eyangpun siapin telur ayam kampung ditambah madu, untuk tenaga kata eyang, thx eyang you are the best.
ternyata oh..ternyata...pembukaannya berjalan sangat sangat lambattt, jam 7 pagi bunda dikasih sarapan, tapi udah gak bisa makan, wong 5 menit sekali udah kontraksi, dan totalnya sudah 24 jam bunda nahan sakit,
Jam 10 pagi, pembukaannya tiba tiba bergerak cepat, saat diperiksa sudah pembukaan 8 (totalnya 10-siap lahir) Alhamdulillah, tapi ternyata pembukaan ini akan bertahan kembali untuk beberapa jam kedepan.
Saat itu juga dokter (melalui telp.) menyarankan induksi karena pembukaannya terlalu lambat, bunda langsung setuju, walaupun katanya induksi itu sakit tapi bunda fikir gak apa apa lah tapikan lebih cepat lahir lebih baik nahan sakitnya pun gak berlama lama (Bunda & dr.sofie yang sabar itu, masih keukeuh mau lahiran normal), induksi melalui Infuspun mulai dipasang di tangan bunda, dan gak lama langsung bereaksi, subhanallah sakitnya.
Bunda minta sama teteh (kaka bunda) untuk dipanggilkan mama, bunda mau minta maaf sama eyang, dengan tangan dingin eyang pegang tangan bunda bunda bilang,
Maafin adek yah ma.. (dengan suara parau) Apology 2
Hanya itu kata kata yang bisa keluar dari mulut bunda, setelah itu eyangpun keluar dari kamar, karena gak tega liat bunda yang kesakitan, secara bergantian ayah, teteh, dato, nyai & mbah (terima kasih yah pah & ibu yang selalu punya waktu untuk Rini) mereka pegang tangan bunda saat kontraksi (saking lamanya kontraksi yang nungguin pun gantian hehe),
Jam 1 siang dokter kembali menyaranklan induksi untuk kedua kalinya kali ini dengan suntikan dibagian paha, dokterpun memberikan peringatan akan rasa sakit akibat induksi, jadi dr.sofie bilang,
klo ibu masih kuat, kita usahakan normal, dan sebaiknya induksinya
ditambah,
karena setelah diperiksa ketuban masih baik, dan bunda masih punya tenaga, bunda pun siap menerima induksi yang ke dua, setelah disuntik, suster hanya mengijinkan ayah yg nemenin bunda, sebelum keluar dato sempat memberikan bunda semangat karena bunda memang sudah hopeless dan ketakutan, kata dato,
jangan takut nak, satu kaki kamu sudah disurga istighfar
yahh...
Bunda pun gak berhenti berdoa, istighfar, syahadat (makasih yah pap, it's really help) bunda seperti dapat kekuatan baru, walau sakitnya mulai menjadi jadi, at least bunda udh bikin reservasi ditempat yang segala kebaikan dan keindahannya abadi.
15 menit kemudian nafas bunda semakin sesak karena nahan rasa sakit, bundapun dibantu oksigen, tangan ayahpun sudah jadi korban cakaran bunda maaf yah sayang (baca:biar ayah jg rasain sakitnya hehehe)
Jam 2 siang pembukaan masih tetap betah di pembukaan 8, tenaga, semangat, motivasi semua rasanya sudah memudar, bunda kembali hopeless, akhirnya bunda bilang ayah,
Aku gak kuat nafasku sesak aku minta operasi aja
Setelah konsultasi dengan dokter, dokterpun setuju tapi dia minta waktu 30 menit,
klo tidak ada bukaan kita akan operasi
Suster meminta bunda untuk puasa (Ini suster shift sore lho!!!) padahal sudah dari pagi gak makan & minum, ternyata ini suster yang kemarin jaga bunda, sisusterpun kaget liat bunda masih di kamar bersalin,
lha ibu saya fikir udah lahiran Hmm
Bunda sekenanya jawab,
Lha suster saya juga berharap gak ketemu suster lagi Pouty
Jam 3 sore suster kembali periksa bunda, dan tiba tiba dia bergegas lari keluar ruangan untuk memanggil dr.sofie bunda hanya bisa dengar suara suster,
dokk...lengkap dokkk...
Entah apa artinya tapi bunda berfikir the time has come, dokterpun secepat kilat sudah muncul dihadapan bunda, dokter sofie ajak bunda berdoa,
ayok bu.bismillahirrahmanirrahim kita kerja bareng bareng
yukk...
Rasa sakit itu semakin sakit dari dada sampai kaki sudah mati rasa, saat dokter mulai bekerja, ternyata posisi kepala bayi agak miring ini yang sedari tadi membuat pembukaan berjalan lambat, sang bayi berusaha keluar tapi terhalang oleh tulang pinggul bunda (mbok yah dari tadi ketahuannya dokk...) setelah dokter memperbaiki posisi kepala bayi, dokter meminta ayah untuk melihat bayi kami yang sudah ada dijalan lahir, ketubanpun sudah pecah, dan rasa sakit itu memaksa bunda untuk mendorong,
Subhanallah, hari ini bunda belajar bahwa Allah sudah mengatur semuanya, rasa sakit itu wajib ada, agar timbul naluri untuk mendorong bayi keluar dari rahim, jadi bunda memandang rasa sakit itu dari sisi lain bukan dengan keluhan tapi dengan rasa syuklur karena sakit itulah bunda semakin kuat mendorong sang bayi keluar dari rahim,
ditengah usaha mengeluarkan bayi dari rahim tenggorokan bunda terasa kering, bunda memohon diberi air,
hauss dok saya mau minum..
tapi dokter bilang bunda gak boleh minum, karena klo ada masalah bunda akan segera dioperasi, jadi bunda masih harus tetap puasa, dengan susah payah dan rasa haus bunda dituntut terus mendorong, setiap kontraksi itu datang bunda harus mendorong lagi, sampai akhirnya kepala bayi keluar juga.
dan sekali lagi bunda belajar tentang rasa sakit itu, baru saja kepala yang keluar Allah seperti menarik rasa sakit itu, rasanya bunda sudah sangup berlari kemana saja, subhanallah rasa sakit itu hilang tanpa sisa.
tapi tiba tiba dokter berteriak,
dorong lagi bu bahunya masih didalam, bahunya gak bisa
lewat
tapi apa daya rasa sakit itu sudah hilang, dan bundapun sudah tidak punya naluri untuk mendorong, akhirnya suster meminta ayah untuk mundur dan dengan cekatan ia naik ke meja bersalin lalu menopang setengah badan bunda, suster mendorong perut bunda, bunda pun diminta mendorong dengan sisa tenaga, tapi yang terjadi seluruh pembuluh darah dipelipis dan sebagian pembuluh darah dimata bunda pecah.
tapi usaha itu tidak sia sia tepat pukul 3.30 sore bayi kamipun lahir, dan segera oksigen yang bunda kenakan dialihkan ke bayi kami yang juga sudah 31 jam berjuang untuk lahir, lalu ayah mencium bunda dan bilang,
Sudah ..sudah..sudah selesai, sudah lahir..I love
you...
bunda hanya menganguk *capek*, suster memperlihatkan mlaikat kecil kami,
Bayi perempuan bu..
Alhamdulillah, Welcome my baby, rasa sakit, putus asa, pesimis semuanya pergi saat malaikat kecil itu menangis kencang, ayah mengikuti bayi kami untuk memngumandangkan Adzan ditelinganya.
Lalu dokter merapihkan luka bunda, semuanya sudah kebas, dokter menyuntiikkan sedikit obat bius untuk menjahit luka, tapi memang sudah kebas jadi bunda tidak merasakan sakit, baik saat disuntik maupun saat dijahit, setelah suster memandikan bunda dikamar bersalin, kemudian bunda dibawa ke kamar perawatan dan tau apa hadiah kecil dari para suster?
satu gelas jumbo teh manis panas, teh ternikmat yang pernah bunda minum sepanjang hidup bunda hehehe...thx alot suster (entah sudah suster shift ke berapa!!!)
karena sudah menjelang malam, dan bunda harus istirahat karena kondisi bunda yang lemas dan pembuluh darah pecah, maka bunda pun belum dipertemukan dengan bayi kami yang kita panggil Shazma, masih inget cerita istimewanya nama Shazma? (emang harus inget yah??!!) tapi ayah memperlihatkan fotonya, duhh tambah gak sabar pengen gendong,

Shazma 40 menit setelah lahir


Malam itu bunda gak bisa tidur, kangen Shazma, dan badan pegel semua, tapi bunda juga Shazma sama sama harus istirahat, proses kelahiran tadi betul betul menguras energi kami berdua, terutama energi spiritual bunda, (Thx again Allah, again and again),
paginya suster datang bawa Shazma kekamar duh senengnya dan inilah our first contact setelah Shazma lahir,

Hai Sayang.. u'r a brave little angel
Bunda pun belajar memberikan ASI, eyangpun membantu bunda belajar menggendong dan memberi ASI eyang yang kemarin gemeteran karena takut hari ini gemeteran karena senang iya kan eyang??? hehe..., mbah & nyaipun gak kalah senangnya,
Bunda & eyang yg takjub liat Shazma

Proud Mbah & Nyai

Alhamdulillah selesai sudah penantian dan sebagian perjuangan, karena sebagian yang lain justru baru akan dimulai, Welcome to the world nak, doa bunda dan ayah:
Robbi Hablii Min Ladungka Dzurriyatan Thoyyibah Innaka Sami'ud Du'aa
(Ya Allah berilah kami dari sisi-Mu anak cucu yang baik, yang sholiih, sesungguhnya Engkau Dzat yang maha mendengar doa)
Aminn ya Allah ya rabbal Alamin.
Everyone... Proudly present Our baby, Shazma Alifya Jasmine Muzadi

Belive it or not cerita diatas sebulan terakhir jadi cerita pengantar tidur favorite Shazma, kebayang tochh tenggorokan bunda seraknya kayak apa????, dan menurut versi Shazma cerita diatas berjudul Bunda sakit, jadi klo Shazma mau bobok dan ngerengek bilang,

Bunda cerita bunda sakit donk

artinya bunda harus menceritakan cerita diatas, dengan sensor disana sini tentunya klo enggak bisa bisa baru selesai pas adzan subuh

Labels: